Thursday, October 27, 2016

Makalah Permodalan Dan Perbankan




MAKALAH
PERMODALAN DAN PERBANKAN

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan
Dosen pengampu: Suripto



Disusun Oleh:

Yudha Trismantoro     (1102414056)
  Riza Fajriaturrohmah   (1102414080)
  Dian Erviana                (1102414062)
 Syarif Hidayat             (1102414079)




UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
TEKNOLOGI PENDIDIKAN
2014/2015



Kata Pengantar


Puji syukur selalu penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana memberikan sehat jasmani dan rohani sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahan tentang Permodalan Dan Perbankan, dan tak lupa pula sholawat serta salam senantiasa penulis curahkan pada beliau Nabi Muhammad SAW.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis dengan penuh kesadaran diri masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam segi substansi, tata tulis, sistematika dan lain sebagainya. Hal ini karena keterbatasan penulis dalam pengetahuan maupun kemampuan yang dimiliki. Maka dalam kesempatan ini penulis sangat mengharapkan kritik dan saran guna memperbaiki makalah ini dan dalam penyusunan dan/atau pembuatan makalah berikutnya.
Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga karya tulis yang sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak yang ikut serta dalam penyusunan makalah ini, semoga segala bantuan dari seluruh pihak mendapatkan pahala dari Allah SWT. Amin




Semarang,       Oktober 2015



Penulis



Daftar Isi


Kata pengantar................................................................................................................ ...... ii
Daftar isi................................................................................................................................ iii
BAB   I   PENDAHULUAN
A.     Latar belakang................................................................................................................1
B.    Rumusan masalah...........................................................................................................1
C.    Tujuan............................................................................................................................. 2
BAB   II  PEMBAHASAN
Permodalan Usaha
1. Pengertian Permodalan................................................................................................... 3
2. Jenis-jenis Permodalan.................................................................................................... 3
3. Sumber-sumber Permodalan........................................................................................... 4
Perbankan
1. Pengertian Perbankan..................................................................................................... 7
2. Fungsi dan Peran Perbankan........................................................................................... 8
BAB   III PENUTUP
A. Kesimpulan.......................................................................................................................11
Daftar Pustaka..................................................................................................................... 12





BAB . I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang
Ketika seorang wirausaha ingin memulai suatu usaha, ada beberapa yang harus dipersiapkan salah satunya yaitu modal. Modal merupakan peran penting yang harus ada karena tanpa modal kita tak akan bisa membangun suatu usaha. Akan tetapi, modal memiliki arti yang luas. Modal tidak hanya berupa materi atau uang saja, modal dapat pula suatu ide atau gagasan, perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan, tekad yang matang untuk memulai suatu usaha, keberanian dalam mengambil suatu keputusan, maupun tenaga yang nantinya akan dipergunakan untuk mengolah dan memanajemen kegiatan usaha yang sedang berjalan.
Dari pengertian mengenai modal, modal yang berupa materi memiliki kontribusi lebih besar dibandingkan dengan modal yang berupa nonmateri. Modal yang berupa uang dapat diperoleh secara internal maupun eksternal. Dalam hal ini, internal yakni modal tersebut berasal dari dalam perusahaan artinya bisa saja modal tersebut adalah milik sendiri secara keseluruhan ataupun milik setiap anggota jika usaha tersebut dibangun secara kelompok. Sedangkan modal eksternal yakni modal yang di peroleh dari luar perusahaan atau pihak luar. Modal eksternal biasanya diperoleh dari bank, lembaga keuangan bukan bank maupun investor. Investor ini merupakan pihak luar yang ikut serta dalam penanaman saham.
Berbicara mengenai modal eksternal, tidak jarang para pelaku wirausaha yang akan memulai bisnisnya sebagian dari modal yang digunakan merupakan modal pinjaman dari dunia perbankan maupun lembaga keuangan bukan bank. Dari uraian diatas, pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit berbagi pengetahuan atau informasi mengenai permodalan dalam suatu usaha dan dalam memperoleh modal jika modal tersebut adalah modal pinjaman baik dari perbankan maupun lembaga keuangan bukan bank.

B.            Rumusan Masalah
1.        Apa pengertian modal dan perbankan?
2.        Apa sajakah jenis-jenis modal?
3.        Darimanakah sumber-sumber modal?
4.        Fungsi dan peran perbankan?



C.            Tujuan
1.        Agar pembaca mampu mengerti dan memahami pengertian suatu modal dalam wirausaha dan definisi daripada perbankan.
2.        Agar pembaca mampu mengerti dan memahami jenis-jenis daripada modal usaha.
3.        Agar pembaca mampu mengerti dan memahami sumber-sumber suatu modal didapatkan.
4.        Agar pembaca mampu mengerti dan memahami fungsi dan peran perbankan dalam dunia wirausaha.



BAB.. II
PEMBAHASAN


A.      Permodalan Usaha
1.        Pengertian Permodalan
Modal secara umum lebih kita kenal berupa materi atau finansial. Pada prakteknya modal tidak hanya terpaku pada materi saja akan tetapi modal merupakan segala sesuatu baik berupa materi maupun non materi yang digunakan untuk menunjang suatu kegiatan. Dalam dunia wirausaha, modal adalah segala sesuatu baik berupa materi seperti uang maupun non materi seperti ide/gagasan, tenaga, perlegkapan maupun peralatan yang digunakan untuk mendirikan dan menjalankan usaha. Modal berupa uang biasanya digunakan untuk biaya pra investasi, pengurusan izin-izin, biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap, sampai dengan modal kerja.
Seorang wirausaha harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang manajemen keuangan dan mampu mempraktekkannya dalam kegiatan berwirausaha, untuk mengatur keluar masuknya uang yang telah menjadi modal di awal usahanya. Banyak para wirausaha yang gagal dalam berwirausaha  karena tidak mampu dalam mengelola dan memanajemen keuangan yang telah diperolehnya selama kegiatan wirausaha berjalan.

2.         Jenis-jenis Permodalan Usaha
Berikut beberapa modal yang dapat digunakan untuk kegiatan usaha. Pada dasarnya, kebutuhan modal untuk melakukan usaha yaitu:
Modal investasi merupakan porsi terbesar dalam komponen pembiayaan suatu usaha dan biasanya dikeluarkandi awal perusahaan didirikan atau untuk perluasan pabrik. Modal investasi digunakan untuk jangka panjang dan dapat berulang-ulang. Biasanya umurnya lebih dari satu tahun/periode. Penggunaan utama modal investasi jangka panjang adalah untuk membeli aktiva tetap, seperti tanah, bangunan atau gedung, mesin-mesin, peralatan, kendaraan,serta inventaris lainnya. Modal investasi biasanya diperoleh dari modal pinjaman, biasanya dari dunia perbankan.
Sementara itu terdapat pula Modal kerja yaitu modal yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat perusahaan sedang beroperasi. Modal kerja digunakan untuk jangka pendek, biasanya digunakan untuk sekali pakai atau  beberapa kali pakai dalam satu proses produksi. Jangka waktu modal kerja biasanya tidak lebih dari satu tahun. Modal kerja digunakan untuk keperluan membeli bahan baku, membayar gaji karyawan dan biaya pemeliharaan serta biaya-biaya lainnya. Modal kerja juga dapat diperoleh dari pinjaman bank, akan tetapi bedanya dengan modal investasi adalah pinjaman modal kerja biasanya memiliki waktu maksimal satu tahun pinjaman. Pada prakteknya dunia perbankan dapat membiayai modal investasi dan modal kerja secara bersamaan maupun sendiri-sendiri tergantung kebutuhan dan permntaan nasabah.
Selain uraian kedua modal diatas terdapat pula modal yang dapat kita lihat dari buku neraca keuangan, yaitu:
a.         Modal aktif
yaitu kekayaan suatu perusahaan yang terdiri atas aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancar yakni aktiva yang dapat diuangkan dalam jangka waktu yang pendek dan/atau aktiva yang habis dalam satu kali perputaran dalam proses produksi yang biasanya kurung waktunya kurang dari satu tahun seperti peralatan. Sedangkan aktiva tetap yakni aktiva yang tahan lama dan/atau secara berangsur-angsur habis turut serta dalam proses produksi. Dalam aktiva tetap digolongkan menjadi 2 yaitu aktiva tetap tewujud dan aktiva tetap tidak terwujud. Aktiva tetap terwujud seperti tanah, mesin, gedung, kendaraan. Sedangkan aktiva tetap tidak terwujud biasanya berupa hak paten dan hak cipta.
b.         Modal pasif
yaitu modal yang didapat ari hasil meminjam untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.

3.        Sumber-sumber Modal
Kebutuhan modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada. Yaitu modal sendiri maupun modal pinjaman (modal asing). Modal sendiri yakni modal yang diserahkan oleh para pemilik kepada badan usaha. Dapat pula sebagai modal badan usaha yang berasal dari pemilik modal atau dari cadangan atau laba. Contohnya saja modal pemilik dan modal saham. Sedangkan modal asing yakni modal dari luar perusahaan yang biasanya berasal dari kreditor yang merupakan hutang bagi perusahaan.
Modal asing ini dapat berupa hutang lancar dan hutang jangka panjang. Hutang lancar adalah modal usaha yang berasal dari pihak luar dan harus dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Contoh: hutang dagang dan wesel bayar. Adapun, hutang jangka panjang adalah modal usaha yang berasal dari pihak luar dan harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun periode. Contohnya hutang hipotek dan hutang obligasi.
Dalam praktiknya pembiayaan suatu usaha dapat diperoleh secara gabungan antara modal sendiri dengan modal pinjaman. Apakah akan menggunakan modal sendiri, modal pinjaman ataupun modal gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pemilik usaha.
Pada awalnya untuk usaha baru, biasanya perusahaan lebih menitikberatkan pada modal sendiri. hal ini terjadi karena sulitnya memperoleh modal pinjaman, terutama dari bank. Bank biasanya jarang memberikan pinjaman untuk usaha baru, mengingat bank belum mengenal dan nasabah belum berpengalaman. Namun perusahaan dapat memperoleh pinjaman dari nonbank atau lembaga keuangan bukan bank, seperti leasing dan pegadaian.
Adapun beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan apabila ingin memperoleh suatu modal, sebagai berikut:
a.         Tujuan perusahaan
Perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan daripada penggunaan pinjaman tersebut. Apakah untuk modal investasi atau modal kerja? Apakah sebagai modal utama atau hanya sekedar modal tambahan? Apakah untuk kebutuhan yang mendesak atau tidak mendesak.
b.         Masa pengembalian modal
Bagi perusahaan jangka waktu pengembalian investasi juga perlu dipertimbangkan sehingga nantinya tidak menjadi beban bagi perusahaan dan tidak mengganggu cash flow perusahaan. Sebaiknya jangka waktu pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
c.         Biaya yang dikeluarkan
Besarnya tingkat suku bunga dan biaya lain yang dibebankan bank atau lembaga keuangan bukan bank kepada nasabah berbeda-beda. Maka dari itu, sebaiknya dalam memilih dan menentukan bank mana atau lembaga keuangan bukan bank mana, pilihlah kreditor yang mempu memberikan biaya (bunga dan biaya lainnya) yang paling rendah (kompetitif) bagi perusahaan. Karena besarnya biaya yang dibebankan akan berakibat  pada meningkatnya biaya opersi dan pada akhirnya dapat mengurangi keuntungan.



d.        Estimasi keuangan
Estimasi pendapatan yang akan diperoleh dimasa yang akan datang perlu diperhitungkan secara teliti dan cermat dengan membandingkan data dan informasi yang ada sebelumnya. Estimasi biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama periode tertentu, termasuk jenis-jenis biaya yang dikeluarkan pun harus perlu dibuat serinci mungkin.
4.        Kelebihan dan Kekurangan Modal
Setiap modal memiliki kekurangan dan kelebihan, baik modal sendiri maupun modal asing.
a.         Modal sendiri
Kelebihan
·           Tidak ada biaya yang dibebankan yang nantinya akan menjadi beban bagi perusahaan.
·           Tidak tergantung kepada pihak lain. Artinya perolehan dana diperoleh dari setoran pemilik modal.
·           Tanpa memerlukan persyaratan yang rumit dan memakan waktu yang relatif lama.
·           Tidak ada keharusan mengembalikan modal. Artinya modal yang ditanamkan pemilik akan tertanam lama dan tidak ada masalah seandainya pemilik modal modal mau mengalihkan ke pihak lain.
Kekurangan
·           Jumlah modal terbatas, artinya untuk memperoleh dalam jumlah tertentu sangat tergantung dari pemilik dan jumlahnya relatif terbatas.
·           Kurang motivasi, artinya pemilik usaha yang menggunakan modal sendiri memiliki motivasi yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan modal asing, karena tidak adanya paksaan untuk mengembalikan modal yang ditanam.
b.         Modal asing
Kelebihan
·           Jumlahnya tidak terbatas, artinya perusahaan dapat mengajukan pinjaman dengan jumlah relatif banyakyang mungkin dapat diperoleh dari berbagai sumber.
·           Motivasi usaha tinggi, hal ini karena adanya beban bagi perusahaan untuk mengembalikan pinjaman.
Kekurangan
·           Adanya berbagai macam biaya seperti biaya bunga dan biaya administrasi.
·           Adanya keharusan untuk mengembalikan pinjaman dalam jangka waktu tertentu.
·           Beban moral, perusahaan yang mengalami kegagalan atau masalah yang mengakibatkan kerugian akan berdampak terhadap pinjaman sehinggaakan menjadi beban moral atas hutang yang belum atau akan dibayar.

B.       Perbankan
1.        Pengertian Perbankan
Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998: “Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“
Seperti yang kita ketahui, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menerima simpanan giro, tabungan dan deposito. Selain itu bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan meyalurkannya pada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan kehiduapan rakyat banyak.
Berbicara mengenai Bank pastilah tidak terlepas dari masalah keuangan. Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas yang dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan (Funding).
Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana dengan cara membeli dari masyarakat luas. Pembelian dana dari masyarakat ini diakukan oleh Bank dengan cara memasang berbagai strategi agar masyarakat mau menanamkan dananya dalam bentuk simpanan. Jenis simpanan yang dipilih oleh masyarakat adalah seperti giro, tabungan, deposito berjangka dan sertifikat deposito. Oleh karena itu pihak perbankan harus memberikan berbagai rangsangan dan kepercayaan sehingga masyarakat berniat untuk menanamkan dananya. Besarnya bunga kredit sangat dipengaruhi oleh besarnya bunga simpanan. Semakin besar atau mahal bunga simpanan, maka semakin besar pula bunga pinjaman dan demikian pula sebaliknya. (Ahsan, 2015).
Perbankan merupakan salah satu sektor yang berperan sangat penting dalam sistem perekonomian, baik dalam lingkup nasional maupun regional. Perbankan menjalankan fungsi sebagai financial intermediary yang berarti menghimpun dana dari masyarakat pihak surplus dana dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat  dalam bentuk pinjaman. Fungsi intermediasi perbankan tersebut jika dikelola secara prudent diharapkan mampu menopang perekonomian. Melalui peran tersebut, perbankan juga dapat mempengaruhi kinerja perekonomian nasional maupun daerah.
Apabila intermediasi berjalan dengan baik, akan semakin banyak Pengusaha yang mendapatkan penyaluran kredit dari perbankan, perekonomian akan tumbuh. Sebaliknya apabila intermediasi kurang berjalan dengan baik, akan semakin sedikit Pengusaha yang mendapatkan kredit dari perbankan, kegiatan ekonomi akan melemah. (Kusumo, 2012).

2.        Fungsi dan Peran Perbankan
a.         Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
·           Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
·           Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
·           Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
b.         Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
c.         Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.
Penyalur/pemberi Kredit Bank dalam kegiatannya tidak hanya menyimpan dana yang diperoleh, akan tetapi untuk pemanfaatannya bank menyalurkan kembali dalam bentuk kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Tentunya dalam pelaksanaan fungsi ini diharapkan bank akan mendapatkan sumber pendapatan berupa bagi hasil atau dalam bentuk pengenaan bunga kredit. Pemberian kredit akan menimbulkan resiko, oleh sebab itu pemberiannya harus benar-benar teliti. Adapun secara spesifik bank dapat berfungsi sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.
a.         Agent Of Trust
Yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menyimpan dana dananya di bank apabila dilandasi kepercayaan. Dalam fungsi ini akan di bangun kepercayaan baik dari pihak penyimpan dana maupun dari pihak bank dan  kepercayaan ini akan terus berlanjut kepada pihak debitor. Kepercayaan ini penting dibangun karena dalam keadaan ini semua pihak ingin merasa diuntungkan untuk baik dari segi penyimpangan dana, penampung dana maupun penerima penyaluran dana tersebut.
b.        Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat.
c.         Agent Of Services
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini erat kaitannya dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum. (Wisnu, 2013).

Adapun beberapa hal yang diperhatikan dalam pemberian kredit:
1.         Kepercayaan, bank harus percaya bahwa pinjaman yang diberikan ke nasabah pasti akan dikembalikan. Kepercayaan ini didasarkan latar belakang usaha nasabah yang akan dibiayai serta prospek usaha nya.
2.         Jangka Waktu, batas waktu pengembalian suatu pinjaman, lamanya jangka waktu pinjaman tergantung kesepakatan.
3.         Kesepakatan, sebelum kredit diberikan, bank sebagai kreditur harus membuat perjanjian dengan nasabah. Perjanjian ini dituangkan dalam akad kredit. Isinya mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak.
4.         Risiko, tingkat resiko kredit tidak dibayar sesuai dengan tanggalnya karena, pertama faktor kesengajaan yaitu nasabah sengaja tidak membayar karena suatu sebab. Kedua faktor tidak sengaja yaitu nasabah memiliki kemauan untuk membayar tetapi tidak memiliki kemampuan. Misal terkenana musibah atau kesulitan.
5.         Balas Jasa, balas jasa berwujud bunga kredit, yang besarnya tergantung dari bank yang menyalurkan peminjaman kredit. (Kasmir, 2010).

3.        Jenis- jenis Pinjaman
a.         Kredit Investasi, kredit yang diberikan pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal. Biasanya jangka waktu yang relatif panjang, yaitu diatas satu tahun. Contoh peminjaman tanah, pabrik dll.
b.         Kredit Modal Kerja, kredit yang digunakan sebagai modal usaha. Biasanya kredit jangka waktu pendek. Contoh membeli bahan bahan baku, membayar gaji karyawan.
c.         Kredit perdagangan, kredit yang diberikan kepada pedagang dalam rangka memperluas atau memperbesar kegiatan perdagangannya.
d.        Kredit produktif, kredit berupa investasi, modal kerja atau perdagangan. Kredit ini diberikan untuk diusahakan kembali sehingga pengembalian kredit diharapkan berasal dari usaha yang dibiayai.
e.         Kredit Konsumtif, kredit yang digunakan untuk keperluan pribadi, misal keperluan konsumsi, baik pangan, sandang dan pangan. Contoh :kredit motor dan rumah.
f.          Kredit Profesi, kredit yang diberikan kepada kalangan profesional, seperti dosen, dokter atau pengacara.



BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
Dari uraian materi diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai:
1.        Pengertian modal adalah modal adalah segala sesuatu baik berupa materi seperti uang maupun non materi seperti ide/gagasan, tenaga, perlegkapan maupun peralatan yang digunakan untuk mendirikan dan menjalankan usaha.
2.        Adapun jenis-jenis modal dalam suatu usaha adalah modal investasi dan modal kerja, modal investasi merupakan porsi terbesar dalam komponen pembiayaan suatu usaha dan biasanya dikeluarkandi awal perusahaan didirikan atau untuk perluasan pabrik. Sedangkan modal kerja yaitu modal yang digunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat perusahaan sedang beroperasi.
3.        Sumber-sumber modal yaitu modal sendiri maupun modal pinjaman (modal asing). Modal sendiri yakni modal yang diserahkan oleh para pemilik kepada badan usaha. Dapat pula sebagai modal badan usaha yang berasal dari pemilik modal atau dari cadangan atau laba. Contohnya saja modal pemilik dan modal saham. Sedangkan modal asing yakni modal dari luar perusahaan yang biasanya berasal dari kreditor yang merupakan hutang bagi perusahaan.
4.        Berikut fungsi bank sebagai agent of trust, agent of develovment dan agen of services.
·           Agent Of Trust, yaitu lembaga yang landasannya kepercayaan. Dasar utama kegiatan perbankkan adalah kepercayaan ( trust ), baik dalam penghimpun dana maupun penyaluran dana.
·           Agent Of Development, yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil.
·           Agent Of Services, yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping melakukan kegiatan penghimpun dan penyalur dana, bank juga memberikan penawaran jasa perbankan yang lain kepada masyarakan.




Daftar Pustaka


Andreani, Vingki. (2013). Permodalan Usaha (Kewirausahaan). Diunduh dari http://vinkhaeducation.blogspot.co.id/2013/12/permodalan-usaha-kewirausahaan.html pada tanggal 2 Oktober 2015.
Anomin. (2013). Pengertian Permodalan Usaha dalam Wirausaha. Diunduh dari http://www.pojokpedia.com/pengertian-permodalan-usaha-dalam-wirausaha.html pada tanggal 3 Oktober 2015.
Guna, A A. (2015). Peran Perbankan dan Koperasi Dalam Mendorong Peningkatan Kewirausahaan di Indonesia. Di unduh dari http://humman-upnyk.blogspot.co.id/2012/07/peran-perbankan-dan-koperasi-dalam.html pada tanggal 5 Oktober 2015.
Kasmir. (2010). Kewirausahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kusumo, Aris. (2012). Peran Perbankan dan Koperasi Dalam Mendorong Kewirausahaan di Indonesia. Diunduh dari http://ariskusumo.blogspot.co.id/2012/07/peran-perbankan-dan-koperasi-dalam-mendorong-kewirausahaan-di-indonesia.html pada tanggal 5 Oktober 2015.
Way, Rasimun. (2011). Permodalan Usaha. Diunduh dari http://rasimunway.blogspot.co.id/2011/03/permodalan-usaha.html pada tanggal 2 Oktober 2015.
Wisnu, Ferdinan. (2013). Pengertian Bank, jenis – jenis Bank dan fungsi serta reformasi bank. Diunduh dari http://ferdinanwisnu.wordpresss.com/2013/03/10/pengertian-bank-jenis-jenis-bank-fungsi-bank-dan-reformasi-bank/ pada tanggal 5 Oktober 2015.

Makalah Cara Memulai Usaha Kewirausahaan



Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Kewirausahaan
Drs. Suripto, M.Si

Disusun oleh :

Yudha Trismantoro Adi     (1102414043)
Alef Krissanto                    (1102414047)
Fitriani                                (1102414050)
Saverius Kobogao             (1102414057)
Esti Tri Lestari                    (1102414061)



KURIKULUM TEKNOLOGI PENDIDKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015




KATA
PENGANTAR

Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana telah memberikan kenikmatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada baginda kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan ke alam terang benderang yang penuh dengan kerahmatan.
Dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan pihak yang mendorong dan memotivasi supaya makalah ini lebih efisien dan lebih baik. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Suripto, M.Si sebagai dosen mata kuliah Kewirausahaan . Makalah ini  berisikan tentang Cara-Cara Memulai Usaha,  Hambatan Memulai Usaha, dan Strategi Memulai Usaha.
Penyusun dengan penuh kesadaran diri bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, hal ini terjadi karena dengan kemampuan dan kedangkalan ilmu yang kami miliki. Dalam kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan pihak yang turut membantu terselesainya makalah ini. Dan kami mohon atas kritik dan sarannya agar kami dapat memperbaiki makalah ini. Terima kasih.

Semarang,   September 2015


Penyusun           




DAFTAR ISI
Cover …………….………………………………………………………………... i
Kata pengantar …………………………………………………………………… ii
Daftar isi …………………………………………………………………………… iii
Bab 1 Pendahuluan
1.1.Latar belakang …………………………………………………………......... 1
1.2.Rumusan masalah …………………………………………………………... 1
1.3.Tujuan ……………………………………………………………………........ 1
Bab 2 Pembahasan
2.1.Pengertian Wirausaha dan Kewirausahaan ..............................................2
2.2.Cara–Cara Memulai Usaha  ......................................................................2
2.3.Hambatan Memulai Usaha ........................................................................2
2.4.Strategi Memulai Usaha ............................................................................7
Bab 3 Penutup
3.1.Kesimpulan ……......……………………………………………………..........8
Daftar Pustaka ………………………….……………………………….………...9


Bagaimanakah pengertiaan wirausaha dan kewirausahaan?
Bagaimanakah cara-cara memulai suatu usaha pada umumnya?
Apakah hambatan yang muncul dalam memulai suatu usaha?
Bagaimanakah strategi dalam memulai usaha?
Untuk mengetahui bagaimana pengertiaan kewirausahaan dan wirausaha.
Untuk mengetahui cara-cara memulai suatu usaha pada umumnya.
Untuk mengetahui apa saja hambatan yang muncul dalam memulai suatu usaha
Untuk mengetahui bagaimana strategi dalam memulai usaha.




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Dunia pendidikan dan dunia bisnis merupakan dua dunia yang sepintas sangat berbeda tapi pada dasarnya saling terkait dan  saling bergantung satu sama lainnya. Oleh karena itu maka seseorang dari dunia pendidikanpun perlu mempelajari bagaimana cara memulai sebuah usaha. Selain itu juga sebuah wirausaha bisa sangat menunjang kemandirian suatu sistem  pendidikan dari sisi ekonomi juga bisa meningkatkan taraf hidup orang-orang yang bergelut di dunia pendidikan dan semua pihak yang terkait.
Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Sesuatu yang baru dan berbeda adalah nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keuanggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda.
Peluang untuk memulai suatu usaha sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja ada individu yang hisa melihatnya sebagai sebuah peluang untuk memulai suatu usaha dan ada juga yang tidak bisa melihatnya. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya faktor informasi yang dimiliki. Oleh karena itu, pada makalah ini dijelaskan tentang cara-cara memulai usaha, hambatan dalam memulai usaha, dan strategi memulai suatu usaha.

1.2.  Rumusan Masalah

1.3.Tujuan


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1.  Pengertiaan Wirausaha dan Kewirausahaan
Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti : pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha berarti : perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini baru dari segi etimologi (asal usul kata). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi kewirausahaan ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian.
Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:
1.    Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilakudan kemampuan kewirausahaan.
2.    Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja,teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.


2.2.  Cara-Cara Memulai Usaha
Dari pengertian wirausaha kita mengetahui bahwa wirausaha itu adalah orang yang menjalankan suatu usaha dengan berbagai resikonya. Lalu bagaimana cara memulai sebuah usaha ?
Berikut akan diuraikan beberapa tahapan untuk memulai sebuah usaha, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.    Menentukan produk
Untuk memulai sebuah usaha maka kita harus menentukan produk apa yang akan menjadi usaha kita. Dalam menetukan produk kita dapat melihat berdasarkan tiga hal, yaitu :
a.       Menetukan produk berdasarkan keahlian kita, kita bisa melihat apa yang bisa kita buat, apakah kita ahli memasak atau ahli membuat kerajian atau jasa, jadi dari keahlian itulah kita membuat produk untuk sebuag usaha.
b.      Menetukan produk berdasarkan trend, artinya kita menetukan produk usaha dengan melihat apa yang sedang digemari oleh masyarakat, misalnya di masyarakat sedang digemari makanan yang pedas, maka kita bisa mengolah berbagai makanan bercita rasa pedas sebagai produk usaha.
c.       Menentukan produk berdasarkan peluang, dengan cara ini kita bisa melihat peluang apa yang ada yang dapat kita manfaatkan untuk dijadikan produk, setelah itu kita menetukan peluang usaha, kita manfaatkan peluang itu, kita jadikan peluang tersebut sebagai usaha kita.

2.    Menetukan Target Pasar
Cara kedua untuk memulai usaha adalah kita harus menentuakn sasaran pasar yang kita tuju. Menentukan kepada siapa produk kita akan dijual, apakah akan dijual kepada kalangan atas, kalangan menengah, kalangan bawah. Maka produk yang kita pasarkan harus sesuai dengan daya beli dan kebutuhan target pasar kita. Kita juga menentukan target pasar berdasarkan umur, profesi, aktifitas dan lain-lain.

3.    Menguji kelayakan Usaha
Dalam menguji kelayakan usaha yang akan kita dirikan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
a.       Biaya investasi
b.      Biaya modal kerja
c.       Prediksi kas masuk

4.    Struktur Menejemen
Ada dua jenis struktur menejemen yang bisa digunakan dalam memulai sebuah usaha, yaitu struktur menejemen yang sederhana dan struktur menejemen yang rumit. Menejemen sederhana yaitu hanya ada kita sebagai bos dan karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, tidak ada menejemen pemasaran, menejemen operasi, dan menejemen lainnya selain kita sendiri, sedangkan menejemen yang cukup rumit, selain kita sebagai bos dan karyawan sebagai anak buah yang membuat produk, kita harus membuat menejemen-menejemen lainnya, seperti menejemen keuangan, operasional, pemasaran dan lainnya. Dan di setiap menejemen tersebut memerlukan lagi beberapa karyawan.

5.    Modal
Dalam memulai usaha modal bukan hanya sebatas uang , tapi juga tenaga dan waktu, kalu modal tenaga dan waktu ini, akan mudah di dapat ketika kita memiliki keinganan yang kuat untuk memulai sebuah usaha. Sedangkan modal uang tidak dapat didapatkan dengan cara seseserhana itu. Modal uang dapat diperoleh melalui beberapa cara diantaranya adalah diperoleh dari tabungan sendiri, saham, obligasi, dan lainnya.

6.    Bentuk usaha
Kita dapat menentukan bentuk usaha dengan apa yang kita inginkan, apakah bisa berbentuk usaha perorangan, PT, CV, ataupun bentuk saha lainnya yang mungkin dapat kita lakukan.

2.3.  Hambatan Untuk Memulai Usaha
Banyak faktor yang dapat melatarbelakangi kesuksesan seseorang dan banyak juga faktor yang dapat menhalangi kesuksesan tersebut. Beberapa faktor tersebut berasal dari dalam diri kita sendiri dan beberapa lainnya berada dari faktor luar. Untuk menjadi sukses kita harus mampu menghilangkan berbagai hambatan tersebut.
Sukses adalah sebuah pilihan dimana kita harus mau dengan senang hati untuk mampu menghadapi dan memecahkan segala macam persoalan yang menghalangi kita dalam mencapai tujuan. Tanpa ada kemauan yang kuat pada diri kita tidak mungkin dapat mengatasi berbagai hambatan untuk memulai usaha tersebut. Meski kita tahu apa saja yang akan dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya namun tanpa ada tekad bulat untuk sukses semua tidak akan bisa dengan mudah dilalui.
Untuku dapat sukses dalam sebuah bisnis atau usaha kita harus mampu menangani berbagai halangan dan rintangan. Dalam memulai bisnis atau usaha akan ada banyak yang mungkin memberatkan atau bahkan menghancurkan kesempatan kita untuk maju.

1.         Faktor Internal Hambatan Memulai Usaha
Hambatan yang menghalangi kita dalam memulai sebuah usaha pertama datang dari diri kita sendiri. Hambatan atau rintangan tersebut lebih kepada kualitas kepribadian kita yang tidak mendukung untuk memulai sebuah usaha.
Hambatan ini lebih kepada kemampuan mental  dan keterampilan yang akan kita gunakan. Beberapa faktor internal yang dapat menjadi penghalang terciptanya usaha mandiri antara lain sebagai berikut:
a.       Perasaan takut gagal dan tidak mau mengambil resiko
b.      Rendahnya kemampuan dan pengalaman dalam mengelola usaha
c.       Tidak memiliki modal yang cukup
Perasaan atau emosi adalah hal yang paling mendasar yang harus kita lakukan terlebih dahulu jika kita ingin memulai sebuah bisnis. Disini kita harus menghilangkan berbagai perasaan atau emosi negatif yang menghalangi usaha kita dalam membangun sebuah bisnis yang diinginkan. Beberapa perasaan yang mengganggu bahkan merusak yaitu perasaan takut gagal ketika hendal memulai sebuah usaha, rasa takut untuk mengambil resiko dan hanya ingin berada pada posisi yang aman, rasa malas dan lain sebagainya.
Untuk dapat sukses dalam membuka usaha maka kita harus menjadi pribadi yang tangguh dan untuk menjadi pribadi yang tangguh kita harus menghilangkan berbagai perasaan atau emosi negatif yang akan menghalangi kita dalam melakukan sebuah usaha. Kita bisa berlatih dan belajar tentang manajemen diri atau bagaimana mengelola emosi negatif.
Kemampuan atau skill juga merupakan satu hal yang sering kali menjadi hambatan dalam memulai usaha. Kegagalan seringkali timbul karena kemampuan seseorang yang terbatas. Karena letak kesuksesan seseorang banyak dipengaruhi oleh kemampuan. Jika tidak mampu maka seseorang akan lebih rentan dengan kegagalan.
Sebelum memulai sebuah bisnis maka sangat dianjurkan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan yang kita miliki untuk menjalankan usaha yang dipilih. Kita harus tahu keterampilan apa yang dibutuhkan dan apakah kita mampu atau tidak melakukannya. Ini merupakan salah satu alasan banyak pakar menyarankan kepada kita untuk memulai sebuah bisnis yang kita kuasai, membangun bisnis berdasarkan minat dan bakat yang dimiliki. Untuk menutup apa yang tidak kita miliki maka kita harus berani belajar dan mengambil contoh dan pengalaman dari orang lain.
Selanjutnya, hambatan yang paling banyak dikeluhkan para pelaku usaha adalah modal. Kekurangan modal merupakan hal yang sangat sering dialami oleh kita yang baru ingin memulai sebuah bisnis. Namun perlu diingat bahwa modal tersebut adalah uang. Kita memang tidak bisa memulai usaha tanpa uang tetapi kita bisa memulai usaha meski kita tidak memiliki uang.
Kesempatan yang bagus, peluang menjanjikan dan kemampuan yang memadai bisa kita jadikan senjata untuk mengatasi hambatan permodalan . Caranya adalah dengan menggunakan modal usaha dari pihak lain, meminjam, menyewa dan sebagainya. Kita bisa mulai mengatasi hambatan permodalan ini dengan cara tersebut.

2.         Faktor Eksternal Hambatan Memulai Usaha
Mengukur kemampuan dan pengalaman yang kta miliki sebagai pemula, ada beberapa faktor dari luar yang menjadi kendala dan hambatan saat kita memutuskan untuk membuka sebuah usaha. Faktor tersebut menjadi penghalang terutama karena kita memiliki keterbatasan dalam menangani hal tersebut. Ini berarti bahwa seiring berjalannya waktu faktor eksternal tersebut tidak akan menjadi masalah yang serius. Hambatan dari luar tersebut secara garis besar terdiri dari dua hal sebagai berikut:
a.       Persaingan Pasar yang Ketat
Persaingan pasar adalah hal alami yang akan kita hadapi dalam mengelola sebuah usaha, dimanapun dan kapanpun kita akan dihadapkan dengan masalah tersebut. Untuk usaha yang sudah lama berdiri, persaingan tidak akan menjadi momok yang menghantui namun bagi kita kondisi persaingan yang ketat akan menjadi hal berat yang harus dihadapi.
Saat baru memulai usaha atau ketika hendak memulai usaha ada kalanya kita memilih sebuah usaha yang tingkat persaingannya tinggi. Jika demikian maka hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan memperkuat produk yang kita berikan. Selain itu juga bisa masuk di persaingan tersebut dengan menjaga harga jual produk tetap terjangkau. Kita harus bisa menekan serendah mungkin biaya produksi sehingga pada akhirnya kita dapat memberikan hatga kompetitif untuk produk yang ditawarkan.
Perlu kita catat bahwa masalah persaingan ini semakin hari biasanya akan semakin ketat. Untuk itu dalam menjalankan bisnis atau usaha kita harus tetao konsisten dengan pelayanan produk yang memuaskan. Tanpa itu semua kita tentu akan lebih mudah digeser oleh orang lain yang mendirikan usaha serupa.
b.      Kondisi Lingkungan yang Tidak Mendukung
Lingkungan dapat memberikan banyak sekali efek pada usaha yang akan didirikan, untuk itu analisa terhadap kondisi lingkungan usaha mutlak harus kita lakukan. Dalam upaya untuk mendirikan sebuah usaha yang sukses maka kita harus memastikan bahwa kondisi lingkungan bisa mendukung usaha kita. Untuk itu kita dapat melihat bagaimana kondisi lingkungan yang dipilih mulai dari sarana transportasi, sumber daya yang akan kita gunakan dan juga aspek budaya masyarakatnya. Meski tidak berpengaruh langsung pada tingkat keberhasilan usaha namun kondisi lingkungan yang buruk tentu akan memperlambat perkembangan usaha yang kita jalani.
Setidaknya dua hal diatas umumnya akan menjadi kendala yang cukup berarti saat kita hendak memulai membuka sebuah usaha. Meski bukan satu-satunya masalah namun penting bagi kita untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal tersebut dan merumuskan berbagai upaya dan rencana penanganan.

2.4.  Strategi – strategi Memulai Usaha
1.      Mencari pasar khusus yang belum tergarap
Identifikasikan sebuah pangsa pasar khusus (niche market) yang kebutuhan utamanya belum terpenuhi oleh kompetitor. Bangun sebuah spesialisasi yang Anda tahu merupakan keunggulan dari perusahaan Anda. Ingatlah, bahwa bahkan sebuah perusahaan besar dan bertaraf internasional pun tak bisa memuaskan semua orang. Banyak pasar khusus yang seringkali tak tergarap karena dianggap terlalu kecil.
2.      Peka terhadap tren terbaru berani memulai
Carilah kebutuhan dan keinginan terbaru dari para konsumen yang tumbuh dari perubahan tren di segi kultural, ekonomi, teknologi yang menjadi sinyal kesempatan pasar baru. Bertindaklah dengan cepat, jangan menunda terlalu lama.
3.      Lakukan dengan pasti
Berhenti membuat alasan-alasan. Waktu paling "sempurna" untuk meluncurkan bisnis takkan pernah bisa diprediksi secara tepat dan pasti. Jangan biarkan para bakal calon kompetitor mencuri start dari bisnis yang sebenarnya bisa Anda mulai terlebih dulu. Mulailah bergerak. Ciptakan gol-gol pendek dan deadline yang membawa Anda lebih dekat untuk membuka lahan bisnis baru.
4.      Hindari kata-kata yang mematahkan semangat
Abaikan orang-orang yang berkata "Itu tak akan berhasil" atau "Tak akan bisa berhasil kalau kamu melakukannya dengan cara itu". Sesekali, menjauh dari anggapan yang menurunkan semangat dan aturan baku bisa membantu Anda untuk meraih kesuksesan. Perhatikan dan pelajari cara para pebisnis yang sukses di bidang mereka dengan pandangan yang kritis. Pelajari cara mereka bekerja dan program yang mereka lakukan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan "bagaimana jika" di dalam pikiran Anda.
5.      Eksplorasikan kelemahan competitor
Ambil pandangan kritis terhadap kompetisi Anda dari perspektif konsumen. Dengarkan baik-baik akan kebutuhan dan komplain dari konsumen prospektif saat melakukan telepon sales. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan kompetitor. Carilah cara untuk menutup kekurangan dari servis dan produk Anda sendiri, lalu perbaiki hal tersebut.
6.      Isi kekosongan
Pusatkan pandangan Anda di area yang lupa ditutupi oleh kompetitor Anda. Pelajari bagaimana mengantisipasi area baru yang bisa Anda isi dengan servis atau bisa memposisikan bisnis Anda lebih cepat dari kompetitor Anda.
7.      Tenar dengan dana minim
Pikirkan cara bagaimana agar lebih dikenal dengan dana seminim mungkin. Jangan terlalu menutup diri, jadilah kreatif, beranikan diri untuk makin dikenal banyak orang (tapi untuk alasan yang baik). Tukar ide dengan orang-orang terdekat Anda.
8.      Percaya kemampuan diri
Bangun dan belajar untuk menggunakan kekuatan intuisi Anda. Dengarkan hati Anda. Akan ada saat-saat Anda harus memilih bermain aman atau justru bermain nekat untuk menghadapi tantangan bisnis. Orang-orang sekitar Anda juga memberi masukan yang beragam, sehingga yang bisa Anda percayai hanyalah diri dan hati Anda.
9.      Jangan biarkan kesulitan atau kegagalan mengalahkan Anda
Jangan biarkan batasan yang diciptakan oleh orang lain atau keadaan yang menjepit membuat Anda lemah. Banyak wirausahawan yang menutup usaha mereka karena tidak percaya pada diri sendiri. Sebagai wirausahawan, Anda akan menghadapi masa-masa penuh stres yang akan menguji kepercayaan Anda. Ingatlah, bahwa alat untuk mengusir kegundahan itu adalah kegigihan dan daya lenting. Percayalah pada konsep bisnis Anda dan komitmen diri untuk melihat bisnis ini sukses.



10.  Jangan berhenti berinovasi
Secara kontinu, carilah cara-cara baru untuk memperkenalkan produk-produk baru dan servis untuk konsumen langganan Anda dan pasar baru yang Anda temui. Berpuas diri adalah hal yang bisa membahayakan perusahaan Anda. Sesuaikan bisnis Anda dengan tren pasar.




BAB 3
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan. Sedangkan wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Dalam memulai sebuah usaha tentu harus dipahami dulu bagaimana cara memulai usaha secara tepat agar usaha dapat berjalan dengan lancar. Cara-cara tersebut diantaranya ialah menentukan produk, menetukan target pasar, menguji kelayakan usaha, struktur manejemen, modal, bentuk usaha.
Ketika seseorang memulai usaha pasti terjadi hambatan-hambatan, hambatan tersebut bisa terjadi karena faktor internal atau faktor yang terjadi dari dalam diri orang tersebut, diantaranya perasaan takut gagal dan tidak mau mengambil resiko, rendahnya kemampuan dan pengalaman dalam mengelola usaha, dan tidak memiliki modal yang cukup. Selain faktor internal yang dapat menghambat usaha seseorang, faktor eksternal juga dapat menghambat seseorang dalam memulai usaha, di antaranya persaingan pasar yang ketat dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Selain itu, seseorang juga memerlukan strategi untuk memulai sebuah usaha seperti, mencari pasar khusus yang belum tergarap, peka terhadap tren terbaru berani memulai, lakukan dengan pasti dan lain-lain.




DAFTAR PUSTAKA

Kharsa, K. (2014, 5 24). Makalah Kewirausahaan. Dipetik 9 14, 2015, dari Academia: https://www.academia.edu/10117514/makalah_kewirausahaan
Satriyawan, U. (2013, 11 01). Materi Kewirausahaan Tentang Tata Cara berwirausaha. Dipetik 09 14, 2015, dari Wisata Pikiran: http://wisatapikiran.blogspot.co.id/2013/05/tata-cara-berwirausaha.html
http://peluang-sukses-usaha.blogspot.co.id/2015/02/hambatan-untuk-memulai-usaha.html,
di upload oleh Peluang Sukses pada tahun 2015, diakses pada 14 September 2015
http://wisatapikiran.blogspot.co.id/2013/05/tata-cara-berwirausaha.html, di upload oleh
Uki Satriawan pada 2013, diakses pada 14 September 2015

Cara Membuat Kabel UTP Tipe Cross Dan Bahanya Serta Fungsinya

Kali ini saya akan mengeshare cara membuat dan alat - alat yang di butuhkan dalam membuat kabel UTP. Beserta kegunaannya atau fungsi - fungsi dari alat yang saya share.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan-bahan yaitu :


- Tang Crimping


Tang Crimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor,dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengcrimping kabel,alat ini bentuknya hampir sama dengan Tank biasa yang sering kita lihat atau temui.







- Konektor RJ-45


Konektor adalah alat yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN. Konektor RJ-45 harus dipasangkan pada ujung kabel UTP apabila tidak maka Kabel UTP tidak akan berguna.






- Kabel UTP


Kabel UTP kita gunakan untuk saling menghubungkan jaringan internet dan di dalam kabel UTP ini terdapat 8 helai kabel kecil yang berwarna-warni.






- Cable Tester

Cable Tester adalah alat untuk menguji hasil crimpingan kabel kita, kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil crimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis,jadi alat ini sangat berguna bagi kita untuk mengetahui hasil crimpingan kita.





Sekarang akan kita bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe Cross. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:

1. Kupas ujung kabel sekitar 2 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.







2. Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:

- Orange Putih pada Pin 1
- Orange pada Pin 2
- Hijau Putih pada Pin 3
- Biru pada Pin 4
- Biru Putih pada Pin 5
- Hijau pada Pin 6
- Coklat Putih pada Pin 7

- Coklat pada Pin 8.

Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

- Hijau Putih pada Pin 1
- Hijau pada Pin 2
- Orange Putih pada Pin 3
- Biru pada Pin 4
- Biru Putih pada Pin 5
- Orange pada Pin 6
- Coklat Putih pada Pin 7
- Coklat pada Pin 8.


Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:






3. Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya. Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi. Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.






4. Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.






5. Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1  atau belum. lihat gambar di bawah ini:







Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.



Fungsi Kabel Cross

Kabel dengan kombinasi ini adalah diperuntukkan untuk koneksi peer to peer antara perangkat yang sejenis. contohnya sebagai berikut ini:

- Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
- Menghubungkan 2 buah switch
- Menghubungkan 2 buah hub
- Menghubungkan switch dengan hub
- Menghubungkan komputer dengan router

Itulah cara membuat kabel utp tipe Cross dan juga bahan serta fungsinya. mohon maaf bila ada kesalahan atau kekurangan. Terima Kasih :)